Pernah nggak, H-7 Lebaran baru inget belum pesan kue, terus semua toko langganan jawabannya sama: maaf kak, sudah close order.
Rasanya kayak telat sehari doang, tapi ternyata telatnya sudah dua minggu.
Kami penasaran, sebenarnya seberapa besar sih lonjakan orang nyari kue pas musim-musim begini? Jadi kami tarik datanya.
Datanya Kelihatan Jelas Banget
Kami ambil data minat pencarian Google di Indonesia untuk dua kata kunci, “kue kering” dan “hampers”, sepanjang Januari sampai Desember 2025. Hasilnya begini:

Lihat angka lengkapnya
| Bulan (2025) | Kue kering | Hampers |
|---|---|---|
| Jan | 15 | 18 |
| Feb | 22 | 22 |
| Mar | 64 | 100 |
| Apr | 13 | 16 |
| Mei | 8 | 8 |
| Jun | 7 | 8 |
| Jul | 6 | 5 |
| Agu | 6 | 6 |
| Sep | 6 | 5 |
| Okt | 6 | 6 |
| Nov | 9 | 13 |
| Des | 17 | 25 |
Ada dua gunung. Satu tinggi banget, satu lagi lebih pendek.
Yang tinggi itu Maret, pas Lebaran 2025 (jatuh 31 Maret). Pencarian “kue kering” di bulan itu sekitar 10 kali lipat dibanding bulan-bulan sepi seperti Juli sampai September. “Hampers” malah lebih ekstrem, hampir 20 kali lipat.
Yang pendek ada di Desember, pas Natal dan Tahun Baru. Nggak setinggi Lebaran, tapi tetap naik jelas: “kue kering” hampir 3 kali lipat, “hampers” sekitar 5 kali lipat dari bulan sepi.
Di antara dua gunung itu? Hampir datar. Mei sampai Oktober orang jarang banget nyari kue.
Satu catatan biar jujur: ini data pencarian, bukan data penjualan. Orang yang nyari belum tentu beli. Tapi polanya nyambung sama yang dilaporkan penjual di lapangan.
Lebaran: Musim Paling Gila
Angka pencarian itu ternyata sejalan sama angka jualan beneran.
Waktu Ramadan 2024, Compas mencatat subkategori biskuit dan kue kering di e-commerce terjual 4,3 juta produk. Bulan sebelumnya cuma 1,3 juta. Naiknya 224,4%.
Di pasar tradisional juga kerasa. Penjual kue kering di Pasar Slipi, Jakarta, bilang permintaannya naik sekitar 30 persen menjelang Lebaran.
Kenapa bisa segila itu? Karena Lebaran bukan cuma soal makan. Lebaran itu musim silaturahmi, dan hampir nggak ada orang yang bertamu dengan tangan kosong. Soal ini sudah pernah kami bahas panjang di artikel kenapa orang Indonesia selalu bawa oleh-oleh saat silaturahmi.
Jadi yang dicari bukan sekadar kue buat di toples ruang tamu. Tapi juga kue buat dikirim ke mertua, ke atasan, ke tetangga lama.
Natal dan Tahun Baru: Lebih Kalem, Tapi Nyata
Desember memang nggak seheboh Lebaran. Tapi belanja orang tetap naik.
Bank Indonesia memperkirakan penjualan eceran Desember 2024 tumbuh 5,1% dibanding bulan sebelumnya, salah satunya didorong kelompok makanan dan minuman menjelang Natal dan Tahun Baru.
Pola di chart juga ngomong hal yang sama. Kenaikannya mulai dari November, bukan tiba-tiba di minggu terakhir Desember. Artinya orang sudah mulai siap-siap sebulan sebelumnya.
Yang Jarang Orang Sadari: Puncaknya Pindah Tiap Tahun
Ini bagian yang paling menarik buat kami.
Natal selalu 25 Desember. Tapi Lebaran ikut kalender Hijriah, jadi tiap tahun maju sekitar 11 hari.
Datanya kelihatan. Tahun 2023, puncak pencarian kue kering ada di April (Lebaran 22 April). Tahun 2025, puncaknya sudah geser ke Maret (Lebaran 31 Maret).
Tahun 2026 ini Lebaran jatuh sekitar 20 Maret. Tahun depan diperkirakan maju lagi ke sekitar 10 Maret 2027.
Kenapa ini penting? Karena banyak orang masih pakai patokan “pesan kue Lebaran kayak tahun lalu”. Padahal kalau Lebaran maju sebelas hari, tenggat pesannya juga maju sebelas hari. Dari situ kejadian close order di H-7 tadi.
Biar Nggak Kehabisan
Beberapa hal kecil yang bisa bantu:
- Cek tanggal Lebaran tahun ini, jangan pakai patokan tahun lalu. Selisih sebelas hari itu lumayan.
- Pesan 2 sampai 3 minggu sebelumnya. Dari data, pencarian sudah mulai naik sejak Februari buat Lebaran di akhir Maret, dan sejak November buat Natal.
- Hitung waktu kirim. Musim ramai berarti ekspedisi juga ramai. Kiriman antarkota bisa lebih lama dari biasanya.
- Tanya bahan kalau buat orang lain. Hampers sering dibuka rame-rame, dan bisa jadi ada yang punya pantangan. Kalau ada yang harus hindari gluten, panduan brownies gluten free kami bisa jadi titik awal.
Dari Kami
Buat kami di Lumaéna, data ini jadi pengingat juga. Musim ramai itu bukan alasan buat buru-buru dan nurunin standar. Brownies kami tetap dibikin pakai tepung almond, cokelat premium, dan gula yang kami tekan, mau di bulan sepi atau di minggu paling sibuk sekalipun.
Kami nggak bilang brownies kami cocok buat semua orang. Kami cuma mau Anda punya info yang cukup buat mutusin sendiri, termasuk soal kapan waktu paling pas buat pesan.
Kalau lagi siap-siap buat Lebaran atau Natal nanti, mulai lebih awal aja. Nggak ada ruginya.
Lumaéna Brownies bisa dikirim ke seluruh Indonesia. Koleksi kami ada di Tokopedia dan Shopee.
